Selasa, 03 Desember 2013

WORKSHOP PAIKEM IN PICTURES

SELAYANG PANDANG KEGIATAN WORKSHOP PAIKEM DI SMP NEGERI 1 PADARINCANG

WORKSHOP PAIKEM

WORKSHOP PAIKEM 
DI SMP NEGERI 1 PADARINCANG


PAIKEM merupakan salah satu metode pembelajaran untuk menciptakan pembelejaran Aktif, Inspiratif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan. Dalam PAIKEM digunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Pembelajaran berbasis kompetensi adalah pembelajaran yang dilakukan dengan orientasi pencapaian kompetensi peserta didik. Sehingga muara akhir hasil pembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap, pengetahuan, dan keterampilannya.
Pemahaman para Guru di SMP Negeri 1 Padarincang akan Pembelajaran PAIKEM masih sangat terbatas, mengingat kecilnya kesempatan yang dimiliki oleh guru untuk mengikuti penataran, workshop maupun kegiatan yang sejenis baik yang dilaksanakan di tingkat daerah atau kabupaten  maupun di tingkatan-tingkatan yang lain. Oleh karena itu SMP Negeri 1 Padarincang mengadakan kegiatan peningkatan kompetensi Guru dalam pengembangan model-model  pembelajaran dengan pendekatan PAIKEM
Tujuan pelaksanaan kegiatan workshop ini adalah:
* Meningkatkan pemahaman guru akan pentingnya  pembelajaran PAIKEM meliputi tujuannya, prinsip-prinsipnya dan karakteristiknya.
* Mengembangkan kompetensi guru dalam mendesain media pembelajaran dengan metode dan pendekatan pembelajaran PAIKEM
* Guru dapat menerapkan dan mengaplikasikan pembelajaran PAIKEM di Kelas, sehingga bisa memaksimalkan semua potensi sekolah dan Murid
* Mengembangkan keterampilan guru-guru dalam proses pembelajaran

Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk “Workshop Dua Hari” dengan tema “Peningkatan Kompetensi Guru dalam Pengembangan PAIKEM”
Nara sumber yang diundang dalam kegiatan ini adalah Ibu Hj. Elis Yuliati, M.Pd. Beliau sekarang ini memangku jabatan sebagai kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Serang.

KEGIATAN LESSON STUDY

KEGIATAN LESSON STUDY
Program Peningkatan Mutu Pendidikan
Di SMP Negeri 1 Padarincang










Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) memberikan keleluasaan bagi sekolah untuk menentukan indikator pencapaian belajar mengajar yang dilakukan. Dengan adanya kebebasan dalam menentukan indikator pencapaian belajar tersebut membuat guru dan sekolah harus selalu menganalisis kebutuhan, SDM, sarana, dan fasilitas yang dimiliki, dengan terus memperhatikan standar kompetensi yang akan dicapai. Untuk itu, guru maupun pihak sekolah dituntut untuk mengikuti perkembangan informasi di lapangan agar output (luaran) pendidikan yang dilakukan dapat diterima di jenjang lebih tinggi.
Tuntutan akan peningkatan kualitas pembelajaran dan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran tersebut, sangat diperlukan kegiatan Lesson Study sebagai wahana bagi guru untuk saling bertukar informasi mengenai proses pembelajaran. Pengembangan lesson study dilakukan dan didasarkan pada hasil “sharing” pengetahuan profesional yang berlandaskan pada praktik dan hasil pengajaran yang dilaksanakan para guru. Melalui lesson study juga akan menempatkan peran guru sebagai peneliti pembelajaran. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa Lesson Study merupakan cara efektif yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

Atas dasar analisis situasi di atas kiranya sangat perlu memberi bekal kepada para guru agar mereka dapat membuat perangkat dan melaksanakan pembelajaran melalui lesson study. Pada kegiatan ini direncanakan adanya pelatihan pembimbingan dan penyusunan perangkat pembelajaran yang diujicobakan melaui lesson study di SMP Negeri 1 Padarincang. Jadi dengan dilakukannya pelatihan pembimbingan dan penyusunan pembelajaran melalui lesson study di SMP Negeri 1 Padarincang ini diharapkan para guru akan lebih mampu menerapkan pembelajaran yang lebih berkualitas.

Senin, 07 Oktober 2013

SOSIALISASI UU LALU LINTAS DI SEKOLAH

UPACARA BENDERA

Kegiatan upacara bendera hari senin yang rutin diadakan di SMP Negeri 1 Padarincang, kali ini dilaksanakan dengan suasana yang berbeda. Persiapan yang dilakukan lebih awal, Tim Paduan Suara dan Paskibra yang diturunkan dari Tim Yunior, serta kehadiran utusan dari Polsek Padarincang yang pada kesempatan itu tidak diwakilkan kepada anggota yang lain tetapi Pak Kapolseknya sendiri yang langsung terjun kelapangan dan sekaligus menjadi Pembina Upcara. Ini adalah kegiatan upacara yang memang memiliki pemandangan, nilai, muatan, dan suasana yang lain dari biasanya.
Kegiatan Upacara yang berjalan hampir selama 45 menit itu memang berlangsung secara sederhana tetapi terlihat tertib, disiplin dan hikmat.
Kehadiran Pak Kapolsek dalam kegiatan upacara Senin, 7 Oktober 2013 ini dalam rangka upaya sosialisasi UU Lalu Lintan No. 22 Tahun 2009 berkenanaan dengan tingkat kecelakaan jalan raya yang cukup tinggi diantaranya diakibatkan oleh pengendara di bawah umur.
Dalam kesempatan itu Pak Kapolsek menjelaskan bahwa Dalam dua tahun terakhir ini, kecelakaan lalu lintas di Indonesia oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) dinilai menjadi pembunuh terbesar ketiga, di bawah penyakit jantung koroner dan tuberculosis/TBC. Data WHO tahun 2012 menyebutkan, sebanyak 67 persen korban kecelakaan lalu lintas berada pada usia produktif , yakni 22 – 50 tahun. Terdapat  sekitar 400.000 korban di bawah usia 25 tahun yang meninggal di jalan raya, dengan rata-rata angka kematian 1.000 anak-anak dan remaja setiap harinya. Bahkan, kecelakaan lalu lintas menjadi penyebab utama kematian anak-anak di dunia, dengan rentang usia 10-24 tahun.
Hal tersebut tentu saja tidak hanya menjadi keprihatinan satu pihak saja, tetapi harus sudah menjadi kepedulian kita bersama khusunya para orang tua untuk bersikap arif dan bijak memberikan pengertian-pengertian tentang tertib berkendaraan khususnya bagi anak anak dibawah usia yang notabene belum berkelayakan memiliki SIM.

(Hambali)

Sabtu, 05 Oktober 2013

PELATIHAN ICT

Pelatihan ICT Di SMP Negeri 1 Padarincang






Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan pada setiap jalur, jenjang, jenis dan tingkat pendidikan adalah meningkatkan kemampuan professional tenaga guru/pendidik. Upaya tersebut harus dilakukan secara sistematis, terpola, dan berkesinambungan.
Guru merupakan pilar terdepan dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah. Salah satu kemampuan professional guru dapat dilihat dari penguasaan kompetensi mereka masing-masing sehingga dapat melaksanakan tugas pokok, fungsi, dan tanggungjawabnya sebagai guru dan tenaga kependidikan secara optimal.
Mengacu Permendiknas Nomor 16 tahun 2007, kompetensi guru terdiri atas kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi pedagogik, dan kompetensi professional. Saat ini masih banyak guru yang belum memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi yang memadai atau yang diharapkan. Oleh sebab itu peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan sangat diperlukan. Dengan kata lain, upaya peningkatan kemampuan professional guru dan tenaga kependidikan perlu dilaksanakan secara terencana, terpola dan berkesinambungan dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.
Salah satu kompetensi yang harus dimiliki seorang Guru adalah kemampuan penguasaan ICT. Hal ini tidak bisa diabailkan mengingat kondisi perkembangan Teknologi Informasi semakin berkembang pesat dan kebutuhan akan multimedia interaktif semakin dirasakan terlebih di dunia pendidikan dewasa ini. Kebutuhan penguasaan ICT tidak hanya sebagai wacana tetapi dilegalisasi melalui terbitnya kurikulum 2013 diamana TIK diintegrasikan kepada semua mata pelajaran. Hal ini berarti ada sebuah tuntutan bagi seorang guru memiliki kemampuan merancang pembelajaran berbasis ICT.
Atas dasar pentingnya bahan pembelajaran berbasis ICT yang dirancang oleh guru bagi peningkatan kualitas pembelajaran, maka sudah menjadi kebutuhan yang mendesak untuk adanya peningkatan kemampuan para pelaku pendidikan terutama guru untuk memiliki kemampuan dalam merancang multimedia interaktif untuk mengemas berbagai materi pelajaran. Dengan demikian diperlukan adanya kegiatan pelatihan pemanfaatan Multimedia Interaktif berbasis Komputer .
Salah satu upaya yang telah dilakukan oleh SMP Negeri 1 padarincang dalam rangka meningkatkan kompetensi guru dalam keterampilan  penggunaan ICT adalah melaksanakan kegiatan pelatihan pemanfaatan ICT dalam pembelajaran.   Kegiatan ini nantinya akan terus dilakukan secara berkala satu bulan satu kali pada setiap hari senin minggu kedua setiap bulannya dan dilaksanakan selepas jam sekolah.

Pelatihan meningkatkan kompoetensi guru dalam keterampilan menggunakan ICT dalam pembelajaran, ini merupakan salah satu implementasi pemenuhan 8 Standar Nasional Pendidikan. Kegiatan ini bagian dari program peningkatan mutu di SMP Negeri 1 Padarincang sebagai sekolah sasaran pengembangan mutu sekolah potensial menuju SSN.

FOTO KEGIATAN

Selayang Pandang

PROGRAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN


PROGRAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN
SEKOLAH POTENSIAL MENUJU SSN
MEMASUKI TAHAP AWAL KEGIATAN

Awal kegiatan program pengembangan mutu pendidikan di SMP Negeri 1 Padarincang dimulai pada minggu pertama bulan Oktober 2013. Kegiatan pertama yang dilakukan sesuai jadwal yang telah disepakati adalah pelaksanaan Workshop Pemanfaatan ICT dalam pembelajaran. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari sejumlah kegiatan yang sudah deprogram dan merupakan implementasi pemenuhan 8 Standar Nasional Pendidikan (SNP).
Opening Ceremonial pada kegiatan program pengembangan mutu dilakukan sebagai legalisasi dari pihak terkait bahwa kegiatan ini resmi dapat dilaksanakan. Opening Ceremonial ini dihadiri oleh seluruh jajaran Dewan Guru, Staff TU, Kepala Sekolah dan Ibu Hj Ella Noviarty, M.Pd selaku pengawas Pembina SMP Dinas pendidikan Kabupaten Serang yang sekaligus membuka untuk pelaksanaan program Pengembangan Mutu dengan seluruh rangkaian proyek kegiatannya.
Kegiatan pengembangan mutu ini tidak berarti diasumsikan bahwa ini adalah kegiatan pertama kalinya SMP Negeri 1 Padarincang melakukan kegiatan peningkatan mutu. Adanya guru-guru yang dikirimkan untuk mengikuti kegiatan MGMP, penataan sarana dan prasarana yang terus diupayakan sampai saat sekarang, memproporsikan guru sesuai dengan bidang studi yang diampuh, kegiatan Program Pengembangan Kompetensi Siswa (PPKS) dan Program Pengembangan Diri Siswa (PPDS),  ini adalah suatu upaya yang telah lama dilakukan untuk peningkatan-peningkatan mutu pendidikan di SMP Negri 1 padarincang ini.
Hirarkinya program pengembangan mutu ini merupakan tindak lanjut sejak ditetapkannya SMP Negeri 1 Padarincang sebagai sekolah potensial menuju SSN. Banyak persiapan yang telah kami lakukan mulai dari perencanaan, prancangan dan penyusunan program, pembentukan POKJA perkegiatan yang diberdayakan dari kelompok 9 atau Tim Pengembang Mutu, sampai pada rencana tindakan-tindakan rasional sebagai akselerasi peningkatan mutu pendidikan melalui Pemenuhan 8 standar Nasional Pendidikan mencakup Standar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan, Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Standar Penilaian, Standar Pengelolaan, Standar Sarana dan Prasarana dan Standar pembiayaan. Kegitan pemenuhan ke 8 SNP tersebut akan dilaksanakan selama kurun waktu 2 tahun pelajaran, mulai Tahun Ajaran 2013/2014 diharapkan tuntas pada Tahun Ajaran 2014/2015.
Kegiatan peningkatan mutu ini tentu tidak bisa dilakukan secara serentak bersamaan, tetapi dikelola secara terencana melalui penjadwalan agar ketercapaian indikator-indikator pemenuhan Standar Nasional Pendidikan dapat dilakukan secara efektif dan akuntabel, tetapi tetap memperhatikan keterurutan dan diproporsikan secara simultan, artinya kegiatan yang satu dilaksanakan akan memberi efek domino terhadap kegiatan selanjutnya.